Thursday, July 31, 2014

PH ideal

Derajat Keasaman / PH pada budidaya tanaman hidroponik

ph meter ,murahPH atau derajat keasaman sangat penting diperhatikan untuk kesuksesan dalam berhidroponik. Ada baiknya anda memiliki alat ukur ph meter agar proses menanam secara hidroponik bisa berjalan dengan baik. PH adalah logaritma negative pangkat sepuluh dari grammol H + / liter. PH biasa ditunjukkan dengan angka 0 -14. Angka 7 adalah PH netral, dibawah 7 masuk golongan Asam sedangkan diatas 7 bersifat Basa. Setiap tanaman memiliki rentang PH yang berbeda untuk bisa optimal ( lihat tabel PH,ec dan tds ). Kebanyakan Tanaman bisa tumbuh optimal biasanya pada range PH 5,5- 6,5. Namun untuk bisa tumbuh PH range yang diijinkan adalah 5,5 – 7,5.
Dalam menentukan PH optimal untuk tanaman memang ada daftar tabel sebagai acuan, namun itu juga bukan angka baku. Karena hasil dilapangan dengan kondisi air dan juga lingkungan yang berbeda bisa menghasilkan hasil yang berbeda. Ada literature menyebutkan bahwa PH optimal untuk tanam selada adalah 5,8 dan menghasilkan sayuran yang hasilnya optimal, namun ada juga yang menggunakan PH 6 hasil juga sama. Mari berkreasi dan terus mencoba.
Range PH yang diijinkan untuk larutan nutrisi hidroponik adalah antara 5 – 8, dibawah atau diatas range PH ini biasanya akan ada masalah pada larutan nutrisi hidroponik. Biasanya terjadi endapan pada larutan nutrisi yang akan berakibat pada defisiensi kebutuhan unsure hara tanaman.
Cek PH larutan nutrisi pada tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman, karena setiap fase akan mempengaruhi perubahan PH larutan. Pada Fase vegetative tanaman akan banyak menyerap anion , kation akan cukup tersisa banyak sehingga PH akan naik. Sedangkan pada fase generative tanaman akan banyak menyerap kation yang berakibat anion akan tersisa banyak yang akan menurunkan PH. Dalam nutrisi hidroponik yang baik sudah seharusnya dikasih buffer untuk menjaga PH larutan dalam range yang bisa ditentukan dari awal.
Jika PH air terlalu tinggi anda bisa menurunkan angka PH menggunakan Asam Sulfat ( H2SO) atau biasa disebut air accu ( accuzuur ) bisa didapat di pom bensin terdekat. Sebenarnya ada beberapa bahan yang bisa di gunakan untuk menurunkan angka PH namun accuzuur adalah yang umum dan mudah dalam mendapatkan, anda juga bisa menggunakan asam cuka namun karena asam lemah maka penggunaan asam cuka menjadi tidak efektif.

unsur hara

Rabu, 4 September 2013 08:46:14 - Oleh : admin
Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman, yaitu:
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial. 

Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
  • Unsur Hara Makro : Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar.
  • Unsur Hara Mikro : Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil.
Unsur hara makro meliputi : N, P, K, Ca, Mg, S dan unsur hara mikro meliputi : Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl

Fungsi Unsur Hara Makro (NPK):

Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :

Nitrogen (N):
1.     Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
2.     Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.
3.     Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
4.     Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
5.     Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
Phospat (P):
1.     Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
2.     Merangsang pembungaan dan pembuahan.
3.     Merangsang pertumbuhan akar.
4.     Merangsang pembentukan biji.
5.     Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
6.     Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Kalium (K):
1.     Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
2.     Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
3.     Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
Unsur Hara Mikro yang Dibutuhkan Tanaman

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.

Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:

a. Catalase : H2O + H2O O2 + 2H2O

b. Peroksidase : AH2 + H2O A + H2O

Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

Mangaan (Mn)

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn.

Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman
berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Seng (Zn)

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.

Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur.

Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk senyaewa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tanaman bik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks.

Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 misalnya kalkosit (Cu2S), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit (Cu3AsS4), tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit (Cu2O), sinorit (CuO), malasit [Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].

Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun lemah.

Molibden (Mo)

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari pencucian air. Tanah yang disawahkan menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan karena dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

Boron (B)

Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar antara 7-80 ppm. Boron dalam tanah umumnya berupa ion borat hidrat B(OH)4-. Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5%dari kadar total boron dalam tanah. Boron ditransportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman melalui proses aliran masa dan difusi. Selain itu, boron sering terdapat dalam bentuk senyawa organik. Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung melalui proses substitusi isomorfik dengan Al3+ dan atau Si4+. Mineral dalam tanah yang mengandung boron antara lain turmalin (H2MgNaAl3(BO)2Si4O2)O20 yang mengandung 3%-4% boron. Mineral tersebut terbentuk dari batuan asam dan sedimen yang telah mengalami metomorfosis.

Mineral lain yang mengandung boron adalah kernit (Na2B4O7.4H2O), kolamit (Ca2B6O11.5H2O), uleksit (NaCaB5O9.8H2O) dan aksinat. Boron diikat kuat oleh mineral tanah, terutama seskuioksida (Al2O3 + Fe2O3).

Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Di samping itu boron juga berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran, dan perkecambahan serbuk sari. Gejal defisiensi hara mikro ini antara lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar), mati pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang sedang berkembang sngat rentan, mudah terserang penyakit.

Klor(Cl)

Klor merupakan unsure yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga sangat mobil dan mudah tercuci oleh air draiinase. Sumber Cl sering berasal dari air hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah keracunan tanaman. Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.
Adapun defisiensi klor adalh antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

Sumber:
www.nasih.staff.ugm.ac.id/pnt3404/4%209417.doc
blora.org/forum/blog.php

cabai hidroponik

Rabu, 05 Maret 2014orgin source : http://denmas-kenthus.blogspot.com/

Menanam cabai dengan hidroponik system sumbu

Menanam cabai rawit sesuatu yang mengasyikkan bagi saya. Selain buah cabai menjadi kebutuhan harian saya, sosok atau tampilan pohon cabai ketika buahnya mulai semburat merah cukup membuat saya nggak bosan untuk melihatnya.
Kalau yang lalu saya pernah posting bertanam cabai system organic, maka saat ini saya meu posting bertanam cabai system hidroponik wick/sumbu. Kalau ditanya hasilnya antara hidroponik dan organic seperti apa? Jawaban saya ya sama saja. Karena selama kebutuhan hara tercukupi, pastinya tanaman apapun akan menghasilkan buah yang optimal. Tapi kalau ditanya enak bertanam system apa? Saya jawab paling enak bertanam system hidroponik. Enggak repot nyiram.
Nah..sekarang bagaimana sih cara bertanamnya? Di bawah ini saya akan tampilkan skemanya dulu. Skema ini saya copy dari internet (punya om Adri Aji) dan mungkin andapun pernah melihatnya. Tapi kalau belum pernah melihatnya, ya sekaranglah saatnya. 






Biarpun saya tampilkan skemanya seperti di atas, pada prakteknya saya tidak menggunakan ember ataupun gabus/sterefoam sebagaimana yang ada pada skema tersebut. Kenapa? Jawabnya adalah “Ngirit”. Kebetulan saja di rumah ada kaleng plastic bekas cat tembok dan pot yang ukuran diameternya hampir sama. Jadi daripada harus beli ember dan sterefoam, mending memanfaatkan barang yang ada saja. Dan jadinya seperti gambar di bawah

Penampakan cabai pada awal awal tanm dan penampakan akarnya


Cabai ketika berbuah dan ketika buah mulai memerah

Nah...dengan melihat gambar di atas, kita bisa tau bahwa ternyata dengan sedikit kreatifitas kita bisa bercocok tanam hidroponik dengan sedikit modal. Kalau masalah penampakan memang kurang begitu cantik untuk potnya. Tapi kalau mau keluar sedikit uang untuk beli cat, saya yakin si ember plastik bekas cat juga bisa cantik kok.

Eh..iya..mungkin ada yang nanya di awal tanam metannya hitam - hitam, tapi kok ketika besar ada pecahan cor-coran semen? Yang hitam itu adalah arang sekam, ternyata setelah besar kurang kuat menahan pohon cabai yang udah besar. Lirak - lirik sekeliling kok ada pecahan cor semen, ya udah saya ambil aja. Ternyata dengan saya tambahin pecahan cor semen tersebut cabainya bisa berdiri tegak. Akhirnya pecahan cor semen tersebut saya taruh di situ sampai sekarang.

tabel usia tanam sayuran

NoNama TanamanCara PenanamanMasa Panen
1Caisim/Sawi Hijau, sawi pahit dan pak choyDisemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu) /Tanam langsung dengan disebar di media tanam-       40-60 hari dari biji atau 25-30 hari setelah tanam dari bibit.

2Petsai /Sawi PutihDisemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)-       30-60 hari setelah tanam dari bibit (tergantung varietas)
3Kol hijau , kol merahDisemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)3-4 bulan dari penyemaian biji
4Kembang Kol dan BrokoliDisemai setelah tumbuh 3-4 daun  sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)55- 100 hari (tergantung varietas)
5Selada Keriting, Selada kropDisemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)2-3 bulan setelah semai
6Bayam (hijau/merah)Tanam langsung dengan disebar di media tanam tutup dengan tanah halus setengah cmMulai umur 25 hari, bertahap setiap 5 hari sekali.
7SpinachTanam langsung dengan disebar di media tanam tutup dengan tanah halus setengah cmMulai umur 30 hari bertahap setiap 5 hari sekali
8KangkungTanam langsung dengan disebar di media tanam tutup dengan tanah halus setengah cmMulai umur 27 hari bertahap setiap 5 hari
9Bawang daunDisemai setelah tinggi 10-15 cm kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)3 bulan setelah tanam
10TerongDisemai setelah tumbuh  4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)Panen dimulai pada 70-80 hari setelah semai selanjutnya setiap 5 hari.
11TomatDisemai setelah tumbuh  4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari
12CabeDisemai setelah tumbuh  4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu)Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari
13PareTanam langsung dengan memasukan 2 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahPanen muali usia 2 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
14Gambas/oyongTanam langsung dengan memasukan 2 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahPanen muali usia 3 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
15TimunTanam langsung dengan memasukan 2-3 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahPanen muali usia 2 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
16Kacang PanjangTanam langsung dengan memasukan 2-3 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahberbunga pada umur 30 hari dan mulai panen umur 45 hari
17Kacang BuncisTanam langsung dengan memasukan 2-3 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahpanen biasanya sudah bisa dilakukan setelah 60 hari atau polong kacang sudah cocok disayur.
18Kacang KapriTanam langsung dengan memasukan 2-3 biji kedalam lubang sedalam 1- 2 cm kemudian ditimbun tanahUmur 70-90 hari
19LobakLangsung Tanam sedalam 1 cmUmur 60-80 hari
20WortelTanam langsung dengan disebar di media tanam tutup dengan tanah halus setengah cmPanen 3-4 bulan
Beberapa pertanyaan seputar penyemaian
Apakah Benih Harus Direndam Dulu Sebelum ditanam atau disemai?
Tidak harus, tujuan perendaman adalah agar air bisa segera masuk kedalam bagian dalam biji sehingga cepat berkecambah. Selagi tanah basah dan rajin disiram tentu tidak masalah kalau tidak direndam. Merendam benih sebenarnya juga bermanfaat untuk mensortir benih, benih yang mengapung biasanya isinya kopong atau tidak penuh sehingga kemungkinan besar tidak tumbuh sebaiknya dibuang saja dan benih yang mengapung saja yang ditanam/disemai
Apakah direndam dengan air hangat?
Perendaman dengan air hangat umumnya dilakukan untuk benih yang kulit keras, semakin keras biji tanaman perlu semakin lama di rendam. Ada juga yang bagusnya direndam dengan air dingin seperti benih selada/lettuce.
Media apakah yang cocok untuk Penyemaian?
Sebenarnya tanah yang gembur bisa untuk penyemaian, bagus juga menggunakan arang sekam, tanah berpasir, kalau anda dekat dengan toko bunga/pertanian sudah ada media tanam yang cukup lengkap campuran tanah, kompos dan pupuk kandang.

catatan hidroponik 1

SEBELUM ANDA MULAI HIDROPONIK KOMERSIAL



aquaponik

Aquaponik dan Hidroponik


 Aquaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan tanaman tetap sehatsehat. Hal ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dimana kedua tanaman dan ikan dapat berkembang. Aquaponics adalah jawaban ideal untuk masalah petani ikan untuk membuang air yang kaya nutrisi dan petani hidroponik yang memang sangat perlu air kaya nutrisi.



        Tanaman sistem Hidroponik tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya dapat dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dalam air, yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Dalam beberapa sistem hidroponik akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga membantu untuk mendukung tanaman.
        
         Dalam akuakultur, air cepat mengandung gizi karena kaya dengan ikan dalam mencerna makanan dan membuang air limbah. Air limbah biasanya disaring agar bebas dari limbah yang tidak berguna.
Kita akui, model akuakultur belum seluruhnya optimal sebagai usaha potensial, tetapi dimasa datang, bukan tidak mungkin ini menjadi usaha yang dapat di garap secara komersial, sebab dengan mengabungkan aquaponics, petani hidroponik dapat menghilangkan biaya dan tenaga kerja yang terlibat dalam mencampur larutan pupuk dan akuakultur komersial mungkin dapat secara drastis mengurangi jumlah filtrasi yang diperlukan dalam sirkulasi budidaya ikan.


PRINSIP KERJA


            Input utama untuk sistem aquaponic adalah makanan ikan. Ikan makan sampah makanan dan mengekskresikan. Lebih dari 50% dari limbah yang dihasilkan oleh ikan adalah dalam bentuk amonia disekresi dalam urin dan, dalam jumlah kecil, melalui insang. Sisa dari limbah, dikeluarkan sebagai kotoran, mengalami proses yang disebut mineralisasi yang terjadi ketika bakteri heterotrofik mengkonsumsi limbah ikan, materi tanaman yang membusuk dan tidak-makan makanan, mengubah ketiga untuk senyawa amoniak dan lainnya. Dalam jumlah yang cukup amonia merupakan racun bagi tanaman dan ikan.


            Bakteri nitrifikasi, yang secara alami hidup di air, tanah dan udara, mengubah amonia menjadi nitrit pertama dan kemudian menjadi nitrat yang mengkonsumsi tanaman. Dalam sebuah sistem aquaponic bakteri heterotrofik dan nitrifikasi akan melekat pada dinding tangki, bawah dari rakit, bahan organik, media tumbuh (jika digunakan) dan di kolom air. Bakteri menguntungkan dibahas di sini adalah alam dan akan menghuni sistem aquaponic sesegera amonia dan nitrit yang hadir.
            Pada dasarnya, Anda memiliki tiga tanaman untuk tetap hidup di aquaponic - ikan, tanaman dan bakteri menguntungkan. Entitas ini hidup tiga masing-masing bergantung pada yang lain untuk hidup. Bakteri mengkonsumsi limbah ikan menjaga air bersih untuk ikan. Dalam proses ini, bakteri memberikan tanaman dengan bentuk yang bermanfaat dari nutrisi. Dalam menghilangkan nutrisi melalui pertumbuhan tanaman, tanaman membantu membersihkan air ikan hidup masuk.
         Aquaponics adalah metode yang sangat efisien makanan tumbuh yang menggunakan minimum air dan ruang dan memanfaatkan limbah, sehingga produk akhir organik, ikan sehat dan sayuran. Dari sudut pandang gizi, aquaponics menyediakan makanan dalam bentuk kedua protein (dari ikan) dan sayuran.

Metode Aquaponics



Ada berbagai macam konfigurasi sistem aquaponic. Komponen umum untuk setiap sistem aquaponic adalah tangki ikan dan tempat pertumbuhan tanaman. Variabel termasuk komponen filtrasi, komponen pipa, jenis tempat tidur tanaman dan jumlah dan frekuensi sirkulasi air dan aerasi. Secara umum, sistem yang memanfaatkan filtrasi beberapa untuk menghilangkan limbah padat ikan akan memiliki produksi yang lebih tinggi dari ikan dan tanaman daripada mereka yang tidak menggunakan filtrasi.
Ada tiga metode utama aquaponic muncul di industri. Setiap jika metode ini didasarkan pada desain sistem hidroponik, dengan akomodasi untuk ikan dan filtrasi, diantaranya Rafting Sytem, NFT (Nutrient Film Technique) dan growing media.



Komoditi Aquaponic
              Ikan dan tanaman yang dipilih untuk sistem aquaponic harus memiliki kebutuhan yang sama, baik suhu dan pH. Akan selalu ada beberapa kompromi dengan kebutuhan ikan dan tanaman tetapi, semakin dekat dengan kondisi baik suhu dan pH, maka mereka akan semain cocok, dan lebih berhasil dalam teknik akuakultur. Sebagai gambaran bahwa, kondisi air yang hangat,dan air tawar, merupakan kombinasi ikan dan tanaman seperti selada, dan herbal tumbuh dengan baik, sistem hidroponik yang sesuai dengan ini adalah Rafting dan NFT. Dalam sistem sangat penuh dengan ikan, Anda mungkin beruntung dengan tanaman buah seperti tomat dan paprika, dengan aquaponic yang memerlukan tangki-tangki air untuk ikan.